(Republika) Premi Prudential Syariah Rp 208 M

Republika, 26 September 2009

JAKARTA – Unit syariah Prudential Indonesia mencatat peningkatan pendapatan premi 16,53 persen di kuartal kedua 2009 dibanding kuartal pertama. Total pendapatan premi syariah (collected) di kuartal kedua sebesar Rp 208 miliar.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, Kevin Holmgren, mengatakan, meski di tengah krisis keuangan global, Prudential berangsur tumbuh semakin kuat. “Tren pertumbuhan pasar yang potensial, didukung oleh kinerja baik tenaga pemasaran membantu kami memastikan fokus perusahaan dalam memberikan rangkaian produk berkualitas pada nasabah,” kata Kevin dalam rilis yang diterima Republika, Kamis (24/9).

Dalam mendorong industri asuransi, lanjut Kevin, Prudential Indonesia akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan asuransi jiwa jangka panjang sebagai fondasi perencanaan keuangan yang baik. “Berdasarkan masih tingginya kebutuhan masyarakat akan produk-produk unit link, strategi kami adalah untuk terus mendorong sosialisasi produk-produk unit link konvensional maupun syariah, terutama yang berpremi reguler,” ujar Kevin.

Kevin meyakini produk-produk berpremi reguler memungkinkan nasabah memastikan proteksi jangka panjang dengan cara mengalokasikan premi ke dalam tabungan dan investasi secara berkelanjutan untuk masa depan, sejalan dengan sifat jangka panjang dari asuransi jiwa.

Perusahaan asuransi dari Inggris ini membuka bisnis asuransi jiwa di Indonesia sejak tahun 1995 dan memasuki bisnis asuransi syariah pada bulan September 2007 lalu dengan meluncurkan produk unit link syariah yaitu PRUlink Syariah Rupiah Equity fund (PSREF), Prulink Syariah Rupiah Managed Fund (PSRMF), dan PRUlink Syariah Fixed Income Fund (PSFIF). Untuk unit syariahnya, Prudential Indonesia menanam modal sampai Rp 37 miliar, modal terbesar dari sebuah unit syariah yang biasanya hanya mendapat suntikan modal Rp 5-10 miliar.

Selama tahun 2008 lalu Prudential berhasil meraup pendapatan premi Rp 7,02 triliun dengan pendapatan premi bisnis baru Rp 4,14 triliun. Sumbangan bisnis syariah mencapai 25 persen dari kesuluruhan bisnis berdasarkan annualized premium equivalent (APE). Pendapatan premi bisnis syariah selama 2008 mencapai Rp 844 miliar dengan total pendapatan bisnis baru syariah Rp 821 miliar.

Namun, kinerja Prudential tahun 2009 ini sebenarnya menurun. Selama semester pertama 2009, pendapatan premi unit syariah mencapai 387 miliar atau turun 22 persen dibanding periode yang sama tahun 2008 yang mencatat pendapatan premi 490,5 miliar.

Sementara hingga kuartal II 2009 lalu Prudential Indonesia mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 1,7 triliun, naik 6,14 persen dibanding kuartal I. Namun, pendapatan premi total satu semester ini turun 11 persen dari semester I 2008. Total aset naik 27,36 persen dibanding periode sama tahun lalu menjadi Rp 13,8 triliun. Prudential memiliki catatan risk based capital 471 persen, jauh di atas ketentuan pemerintah sebesar 120 persen.

Saat ini Prudential Indonesia memiliki tujuh kantor pemasaran, yakni di Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang. Serta 161 kantor keagenan, di antaranya di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Yogyakarta, Batam dan Bali. Prudential Indonesia tercatat memiliki lebih dari 75 ribu jaringan tenaga pemasaran yang melayani lebih dari 800 ribu nasabah. (gie)

Incoming search terms:

  • prudential syariah equity
  • prudential syariah yogyakarta

Random Posts

Your email is never shared.
Required fields are marked *