(Harian Ekonomi Neraca) Peresmian Kerja Sama Prudential Indonesia – BII
Harian Ekonomi Neraca, 19 Maret 2011

Jakarta-PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) optimis pendapatan premi bancassurance-nys akan melambung di atas 10%, apalagi sekarang BII menggandeng PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia).
Menurut Presiden Direktur BII Ridha Wirakusumah, pendapatan BII dari bancassurance selama tahun 2005-2010 terus meningkat. “Dan tahun kemarin, sudah mencapai 10%. Saya yakin, tahun ini bakal diatas 10%,” ujarnya pasca penandatanganan perjanjian kerja sama Bancassurance Prudential Indonesia dengan BII di Hotel Grand Melia, Jakarta, Kamis (10/3).
Ridha menjelaskan, bahwa kerja sama strategis secara eksklusif ini akan memperkaya penyediaan solusi asuransi pilihan serta memberikan keuntungan signifikan bagi nasabah BII, dimana mereka dapat memperoleh akses dan kenyamanan terhadap produk unit-linked dan produk perlindungan lainnya dari Prudential.
Dirinya juga optimis akan menggaet 20% nasabah BII untuk masuk ke Prudential. Kerja sama dengan Prudential ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan fee based income perusahaan, dimana per 31 Desember, fee based income BII tercatat mencapai Rp 2,06 triliun, atau 30% dari total pendapatan.
Pernyataan yang sama diungkapkan Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan. Dia mengatakan, potensi penjualan produk asuransi, khususnya unit-linked, melalui perbankan masih cukup besar. Dimana, kerja sama ini akan memperluas jangkauan kepada masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya perlindungan asuransi serta meningkatkan jaringan bancassurance di Indonesia.
“Kerja sama ini akan memperluas jangkauan kepada masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya perlindungan asuransi dan juga meningkatkan jaringan bancassurance. Karena menggabungkan kekuatan jaringan pemasaran yang solid dari BII dari 329 cabang serta solusi asuransi yang sesuai kebutuhan dari Prudential,” kata William.
Dia juga melihat adanya ruang pertumbuhan yang menjanjikan di pasar bancassurance. Catatan per-31 Desember 2010 menunjukkan, bancassurance di Indonesia memberikan kontribusi terhadap total perolehan premi sebesar 28%. William berharap, kerja sama ini mampu meningkatkan bisnis bancassurance di kedua belah pihak, dengan penyediaan lima produk gabungan asuransi dan investasi (unit-linked) yang lengkap bagi nasabah.
Laba naik
Sebagai informasi, BII telah berhasil mencetak laba sebesar Rp 160 miliar pada 2010. Padahal di tahun 2009, BII mengalami kerugian sebesar Rp 40,87 miliar. Sementara pendapatan bunga bersih perseroan tercatat sebesar Rp 3,57 triliun, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,99 triliun. Pendapatan bunga rupiah sebesar Rp 5,79 triliun, sementara dari valas sebesar Rp 686,6 miliar.
Lalu laba operasional BII tercatat sebesar Rp 708,37 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat mengalami kerugian Rp 66,59 triliun. Laba non-operasional juga tercatat turun menjadi Rp 81,36 miliar dari sebelumnya RP 104,83 miliar.
Sedangkan laba setelah pajak bersih sebesar Rp 531,13 miliar dari sebelumnya yang rugi sebesar Rp 10,62 miliar. Total kewajiban dan modal BII tercatat sebesar Rp 75,17 triliun, naik dari sebelumnya yang sebesarRp 80,97 triliun.
Sementara NPL gross tercatat naik menjadi 3,09% dari sebelumnya 2,42%. Sementara return on asset (ROA) naik 1,14% dari sebelumnya 0,07 dan nett interest margin (NIM) 5,89% dari sebelumnya 6,1% serta loan to deposit ratio (LDR) tercatat 89,03% dari sebelumnya 82,93%.
Incoming search terms:
- laba masuk prudential
- pimpinan BII Kota magelang
- agen asuransi Prudential di BII Thamrin jakarta